Memahami Apa yang Dimaksud dengan Musik Tradisional Berdasarkan Karakternya

Apa yang dimaksud dengan musik tradisional secara umum adalah sebuah seni yang telah ada sejak lama dan diturunkan kepada generasi yang lebih muda. Berkembang di kawasan wilayah tertentu dengan bahasa dan ciri khas yang berbeda-beda. Keunikan tersebut dapat dilihat dari karakter yang dibangun di dalamnya.

Apa yang Dimaksud dengan Musik Tradisional

Berbeda dengan kebanyakan jenis musik yang banyak diketahui terutama musik saat ini yang penuh dengan unsur notasi. Jenis ini justru sangat berbeda. Partitur tidak dimiliki ataupun dibuat oleh pemusik yang bersangkutan. Kondisi ini terjadi karena orang zaman dulu tidak semuanya mengenal pencatatan, sehingga tidak ada dokumentasi tulisan untuk itu.

Berkaitan dengan konsep pertama yang tidak ada catatan notasi dari setiap karya yang dibuat, untuk itulah pembelajarannya dilakukan secara lisan. Metode ini dilakukan dengan cara mengajari generasi selanjutnya yang lebih muda dengan praktik langsung. Begitu seterusnya hingga tiba pada generasi yang baru. Prosesnya tidak mudah dan bersifat terbatas.

Karakter ini tentunya berhubungan dengan apa yang dimaksud dengan musik tradisional. Pasalnya kebanyakan dari pelaku yang bersangkutan atau pewarisnya berasal dari daerah yang sama. Mayoritas dari mereka mempelajari dan memainkan banyak alat musik. Sehingga timbulah generalisasi dibandingkan spesialisasi.

Berdasarkan dengan apa yang dimaksud dengan musik tradisional, keberadaanya tidak pada posisi yang serius. Maksudnya adalah bahwa kebanyakan penciptaannya diinisiasi hanya sebagai media hiburan saja tanpa terikat dengan unsur pembentuk notasi. Sebagian memang menjadi pengiring upacara adat, namun konteks ini yang dimaksud adalah pengajarannya.

Karena merupakan jenis tradisional tentunya bahasa yang digunakan berasal daerah asal pembuatan lagu atau musiknya. Seperti alunan melodi yang merepresentasikan budaya asalnya, seperti itu pula lirik yang digunakan. Contohnya lagu jawa dengan bahasa jawa, lagu sunda dengan bahasanya, kemudian juga lagu batak dengan liriknya yang tegas.

Lagu-lagu daerah kebanyakan menggunakan alat musik yang menggambarkan suatu daerah khusus. Seperti pagelaran di wilayah Jawa Tengah yang didominasi dengan gong, dan gamelan. Kemudian daerah sunda yang identik dengan alunan suling bambu merdunya. Serta tempat-tempat lainnya yang mengusung konsep budaya lokal begitu kental.

Konteks pembelajaran lisan berkaitan erat dengan aspek karakter ini. Pasalnya musik tradisional menjadi gambaran kebudayaan yang murni dari suatu Daerah. Irama yang khas selalu identik dengan pengkhususan wilayah tertentu. Inilah yang kemudian menjadikan banyak pendengar dengan mudah mengenali asal dari lantunan nada yang didengarkannya.

Kebanyakan orang dahulu menjadikannya sebagai media untuk berdakwah. Dimana dalam hal ini selalu diselipkan sebuah pitutur atau nilai moral guna memberikan nasihat yang gampang diterima. Seperti kebanyakan lagu Jawa, walaupun tidak secara langsung dan biasanya cenderung menggunakan kiasan yang apik didengar.

Seperti yang dijabarkan dalam beberapa karakter sebelumnya, bahwa semua dipelajari secara lisan dan terbatas, sehingga menjadi budaya turun-temurun. Untuk itulah kemudian menjadi lebih eksklusif dan terbatas secara teritorial dalam penyebarannya.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan apa yang dimaksud dengan musik tradisional. Banyak unsur pembangun lain yang tentunya sudah banyak diketahui. Secara fungsional menitikberatkan pada konsep menghibur serta pengiring acara. Serta keunikan-keunikan lainnya yang tertuang dalam berbagai macam jenis yang digunakan untuk mengiringi pagelaran budaya.

Exit mobile version